Selasa, 25 April 2023

HANYA WATU



Setapak jalan ku lalui setiap waktu

Tanpa henti berharap pada baiknya waktu

Langkah demi langkah tak peduli terantuk oleh waktu

Ingin ku kisahkan dalam setiap lembar tentang apa yang ku lalui 

Agar kau dapat memahami betapa indahnya dikau 


Ku siapkan penah dan lembaran baru tentang kau selalu

Ku rangkai kata demi kata tuk lukiskan setiap peristiwa

Tinta penaku tak habis kupakai tuk merangkai kata

Demikian pula lembaranku tak kunjung usai 


Sepenggal kalimat mulai ku rajut walau tak puitis

Tak ku harap menjadi pujangga 

Biarlah waktu yang kisahkan dan nikmatinya

Andai lantunan nada  dapat menawan

Adakah kau akan berkata  rayuan pujangga?


Disini lembar demi lembar ku rangkai kata walau tak bermakna

Ingatlah ada untaian kata yang kurajut walau tak menyentuh kalbu

Tapi kuharap kau memaknai

lantunan kata yang ku rangkai  tak seelok karya pujangga

Mengertilah  kuharapkan.


Kini ku lantunkan dari setapak jalan yang ku lalui

Berdiri,berceramah pada bintang-bintang kecil 

Menjual suara berbagi kasih bukan badai.

Berharap untuk dikenang walau hanya sebatas kata-kata


Memang gelap telah habis dan terang telah terbit

Tapi apalah daya hati tetap terusik, karena bukan diabaikan tapi dilupakan.

Sakit walu tak dibantai….

Tapi rasa selalu jujur.

Ada Agin datang dari surga

Tapi tak terasa sejuk malah menuai pedih.


Nasip si penapak sungguh malang selalu diambang

Bimbang walau terlihat riang

Membimbing bukan untuk iming-iming

Tapi hati tidak ingin berpaling

Tetap tenang tak menantang berharap tak lagi diasing.


Matahari memang telah terbit

Gelap takkan lagi menguasai

Tapi jagan pilih kasih

Hati bukan milik orang mati

Tapi miliki hati yang berbagi kasih


Disana di atas singgsana terpampang wajah-wajah bijak nan mulia

Pandai merangkai mencuri hati

Tapi bukan dari hati

Bermain api menuai badai

Tersebar wabah seluruh pantai.



Selasa, 25 April 2023

Agustinus Nuradarmada


Tidak ada komentar:

Posting Komentar