Senin, 11 September 2023

Merdeka Belajar di Hati Sang Pengajar

 Kau yang tulus mengukir sejarah yang tak akan pudar

Tiap waktu kau tak berhenti berbagi banyak hal yang bermanfaat

Pada anak bangsa kau berikan semuanya

Dalamnya pedihmu tak terlihatkan, rasapun tidak kau tampakkan

Kau yang mengerti makna dalamnya berkarya

Setiap perubahan dalam duniamu pada dikau selalu menyesuai

Kau mendidik dengan damai dan santun memberi arti

Walaupun kau hanyalah pena yang akan kehabisan tinta, kau tetaplah berdiri disana di depan anak bangsa yang akan mengukir prestasi bangsa dalam waktu yang tak mungkin kau nikmati 

Walau angin surga kian hari kian menjadi mengumbar kabar menggiurkan kaupun menunggu entah kapan menjadi kenyataan 

Tapi kau selalu mengerti akan situasi karena memang demikian seharusnya.

Kini kemerdekaan sejati telah kau raih dihatimu

Kau merdekakan belajar anak bangsa itu karena kau memiliki hati.

Hati  yang selalu setia mendengar jeritan anak bangsa

Hati yang selalu berdamai dengan keadaan sekarang dimana kau mengajar untuk belajar.

Dalam hatimu tak kau hiraukan beban

Kaulah guru yang merdeka di hati.


Senin, 01 Mei 2023

WAHAI KAU

 Wahai kau yang berdiri di depanku

Diawal kita bertemu aku tidak mengenal engkau

Kau memberi begitu banyak walau tak pernah ku minta 

Tak ada pelit yang kurasa dengan semua pemberianmu


Wahai kau yang berceramah didepanku

Kau mengajarkanku banyak hal yang membuat banyak tau

Tanpa dipaksakan kau mengajari ku

Tanpa ku minta sedikitpun dari mu

Tetapi kau sangat memahami kebutuhanku


Wahai kau yang selalu bersamaku

Kau memberiku pengertian tentang hidup

Kau menuntunku keluar dari gulita yang tak nyata

Kau juga yang membebaskanku dari cengkraman kebodohan


Kau juga yang menyudahi masa-masa kelamnya gulita 

Dalam lembaran hidup yang sudah,sedang dan yang akan kau yang memberi walau kau tak dianggap 

Engkau selalu sabar diberi walau banyak persyaratan

Dan entah kapan selalu menuai tanya.


Wahai kau julukan pahlawan tanpa tanda jasa

Ada kekhawatiran di matamu 

Menanti sesuatu yang tak pasti dan selalu tidak tetap

Sampai usiamu memudar dan Rambutmu perlahan memutih

Kau masih berdiri disana. 


Wahai kau…

Tidakkah kau merasa terpojok? Dengan julukan untukmu?

Walau tugas kau laksanakan dengan sungguh

Tetapi kau tetap saja tak dihargai

Memang jalan telah dirintis namun banyak kelokan

Hingga buntu tak sampai tujuan


Wahai kau

Tugasmu memang berat

Namun prestasimu selalu yang terbaik sepanjang sejarah

Tak lelah mengukir prestasi bangsa dari waktu ke waktu

Dikaulah harapan bangsa atas anak-anak yang dititipkan

Kau selalu nyalakan pelita untuk negeri agar tak ada pekat menyelimuti.



2 Mei 2023 oleh Agustinus Nuradarmada




Selasa, 25 April 2023

HANYA WATU



Setapak jalan ku lalui setiap waktu

Tanpa henti berharap pada baiknya waktu

Langkah demi langkah tak peduli terantuk oleh waktu

Ingin ku kisahkan dalam setiap lembar tentang apa yang ku lalui 

Agar kau dapat memahami betapa indahnya dikau 


Ku siapkan penah dan lembaran baru tentang kau selalu

Ku rangkai kata demi kata tuk lukiskan setiap peristiwa

Tinta penaku tak habis kupakai tuk merangkai kata

Demikian pula lembaranku tak kunjung usai 


Sepenggal kalimat mulai ku rajut walau tak puitis

Tak ku harap menjadi pujangga 

Biarlah waktu yang kisahkan dan nikmatinya

Andai lantunan nada  dapat menawan

Adakah kau akan berkata  rayuan pujangga?


Disini lembar demi lembar ku rangkai kata walau tak bermakna

Ingatlah ada untaian kata yang kurajut walau tak menyentuh kalbu

Tapi kuharap kau memaknai

lantunan kata yang ku rangkai  tak seelok karya pujangga

Mengertilah  kuharapkan.


Kini ku lantunkan dari setapak jalan yang ku lalui

Berdiri,berceramah pada bintang-bintang kecil 

Menjual suara berbagi kasih bukan badai.

Berharap untuk dikenang walau hanya sebatas kata-kata


Memang gelap telah habis dan terang telah terbit

Tapi apalah daya hati tetap terusik, karena bukan diabaikan tapi dilupakan.

Sakit walu tak dibantai….

Tapi rasa selalu jujur.

Ada Agin datang dari surga

Tapi tak terasa sejuk malah menuai pedih.


Nasip si penapak sungguh malang selalu diambang

Bimbang walau terlihat riang

Membimbing bukan untuk iming-iming

Tapi hati tidak ingin berpaling

Tetap tenang tak menantang berharap tak lagi diasing.


Matahari memang telah terbit

Gelap takkan lagi menguasai

Tapi jagan pilih kasih

Hati bukan milik orang mati

Tapi miliki hati yang berbagi kasih


Disana di atas singgsana terpampang wajah-wajah bijak nan mulia

Pandai merangkai mencuri hati

Tapi bukan dari hati

Bermain api menuai badai

Tersebar wabah seluruh pantai.



Selasa, 25 April 2023

Agustinus Nuradarmada


Sabtu, 15 April 2023

RINDU

 Di Ujung timur ku dengar Guntur

Awan hitam mengukir syukur

Berterima kasih pada matahari yang seakan kabur

Jauh di lautan kutatap seberkas terang yang begitu akur


Ingin ku, kau membawa ku pergi

Tak ingin aku sendiri terhimpit sepi 

Berlarilah sejauh kau mau membawa hati

Biarkanlah rasa rindu tak lagi menghampiri


Kini senja telah tiba

Membuat kita tergila-gila

Biarkan cinta kita terjaga

Pergi bersama senja dan hidup bahagia


Cinta ku ingin kau tanpa rayu

Di mata ini hanya kau kalbu ku

Hati ini tak lagi ragu

Karena hanya dikau yang ku mau.


15 April 2023 

 Agustinus Nuradarmada

Rabu, 12 April 2023

KAU


Dikau lentera penghalau pekat gelapnya 

Ingin dikau ku titipkannya

Harapan bangsa ada ditaganmu

Abaikan gelisah terpikul dipundakmu

Dalam sanubarimu kuharap kau gantungkan tinggi citamu 

Impianmu bukan khayalan semata

Karena lentera selalu setia membiaskan cahaya

Nan terang selalu menghampiri langkah sang fajar

Akan ku tunggu kau disaatku nan perlahan meredup gemetar

Sampai pada titik sumbu ku harap kau mulai memberi warna tanpa gentar.


13/4/2023 

Agustinus Nuradarmada

Ungkapan dalam Bahasa Rembong

 Salah satu Contoh ungkapan dalam bahasa Indonesia yang ada dalam bahasa Rembong

Bahasa Indonesia " Bagai makan buah simalakama, dimakan ibu mati, tak dimakan bapa mati"

Bahasa Rembong " Go Ghan wau, go weta muru"

   BY, Agustinus Nuradarmada. 

            1 Maret 2020.

10 contoh kata kerja (VERBS)dalam Bahasa Rembong

 10 contoh kata kerja dalam Bahasa Rembong

1. Go weli (membeli, berbelanja)

2.  Polong ( memotong)

3. Pok ( memukul, menghajar)

4. Ngemba (mencari)

5. Ses'a (menebas)

6. Tiku (menimba)

7. Ton  (menada)

8.  Reb'i (menarik)

9. Zazang (menggoreng)

10. Keng'e (mendengar)


1/3/2020

10 Contoh Kata Sifat (Adjectives) Bahasa Rembong

 10 contoh kata sifat dalam bahasa Rembong

1. Molas (cantik)

2.Reba (ganteng, tampan)

3. Lomes ( gaya)

4. Belek (ingin, suka, terpikat, tertarik)

5. Nuk/moghas (rindu, sayang)

6. Rigis (jijik)

7. Pa'it (pahit)

8. Mis'e (manis)

9. Kudon (gelap)

10. Nera (terang)

LIPA (KAIN) REMBONG

 Hampir semua daerah di Nusa Tenggara Timur menggunakan Lipa (Kain) sebagai pakaian adat yang diperuntukan untuk laki laki dan perempuan sebagai bentuk keunikan serta kekhasan adat dari masing masing suku atau etnis setiap daerah di Kabupaten yang ada di NTT, terlebih khusus Orang Rembong di Kabupaten Manggarai Timur Kecamatan Elar juga memiliki kain khusus serta unik yakni LIPA (Kain) Rembong sebagai busana adat. 

      Orang Rembong tersebar di beberapa tempat diantaranya: Lempang Paji, Wae Rasan, Kaju Wangi, Golo Lebo, Legur Lai, Nanga Mbaur,Nampar Sepang dan Golo Lijun,dlln

         Lipa (Kain) Rembong tidak saja digunakan sebagai busana adat juga sebagai sumber keuangan apabila dijual. Harga jual Lipa (Kain)Rembong menembus Rp. 500.000 samapai dengan Rp. 700.00 per lembar. Tentu saja sangat fantastis bukan?. Merupakan pekerjaan khusus bagi para perempuan Rembong untuk memproduksikannya.

        Lipa Rembong tentu saja unik dan khas tersendiri. Dengan Tampilan yang simpel tetapi berkelas, Lipa Rembong menyimpan kesan estetis sebagai hasil kreasi para perempuan Rembong.


04 April 2023 by Agustinus Nuradarmada


10 Contoh Kata Benda (Noun) Bahasa Rembong

 10 contoh kosa kata benda dalam Bahasa Rembong 

1. Watu (batu)

2. Kazu (kayu)

3. Ri'i (alang-alang)

4. Nozong (pondok)

5. Reman ( Rumput)

6. Sandu (irus)

7. Kue'e (periuk)

8. Ke^deng (dinding yang terbuat dari bambu)

9. Lune' (bantal)

10.  Kur (gentongan)

           2/3/2020

GURAU

 Guraumu ku tersimpuh

Untuk kesekian kalinya

Sampai saat ini masih belum sirnah

Tidak tau entah kapan

Itulah yang masih ku impikan

Gunung mungkin akan meletus

Udara tak bertiup bersahabat

Suara alam yang lembut telah lewat

Tidakkah juga air akan memberi hangat?

Ikatan harapan tak ku biarkan terlewat.

Itulah inginku

Tak ku biarkan kau

Secuil rindu walau tersimpuh

Setitik harapan masih berlabuh

Berharap kau akan mengerti

Tak peduli entah kau menghampiri.


13 April 2023