Senin, 01 Mei 2023

WAHAI KAU

 Wahai kau yang berdiri di depanku

Diawal kita bertemu aku tidak mengenal engkau

Kau memberi begitu banyak walau tak pernah ku minta 

Tak ada pelit yang kurasa dengan semua pemberianmu


Wahai kau yang berceramah didepanku

Kau mengajarkanku banyak hal yang membuat banyak tau

Tanpa dipaksakan kau mengajari ku

Tanpa ku minta sedikitpun dari mu

Tetapi kau sangat memahami kebutuhanku


Wahai kau yang selalu bersamaku

Kau memberiku pengertian tentang hidup

Kau menuntunku keluar dari gulita yang tak nyata

Kau juga yang membebaskanku dari cengkraman kebodohan


Kau juga yang menyudahi masa-masa kelamnya gulita 

Dalam lembaran hidup yang sudah,sedang dan yang akan kau yang memberi walau kau tak dianggap 

Engkau selalu sabar diberi walau banyak persyaratan

Dan entah kapan selalu menuai tanya.


Wahai kau julukan pahlawan tanpa tanda jasa

Ada kekhawatiran di matamu 

Menanti sesuatu yang tak pasti dan selalu tidak tetap

Sampai usiamu memudar dan Rambutmu perlahan memutih

Kau masih berdiri disana. 


Wahai kau…

Tidakkah kau merasa terpojok? Dengan julukan untukmu?

Walau tugas kau laksanakan dengan sungguh

Tetapi kau tetap saja tak dihargai

Memang jalan telah dirintis namun banyak kelokan

Hingga buntu tak sampai tujuan


Wahai kau

Tugasmu memang berat

Namun prestasimu selalu yang terbaik sepanjang sejarah

Tak lelah mengukir prestasi bangsa dari waktu ke waktu

Dikaulah harapan bangsa atas anak-anak yang dititipkan

Kau selalu nyalakan pelita untuk negeri agar tak ada pekat menyelimuti.



2 Mei 2023 oleh Agustinus Nuradarmada